Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai

Gerak Pada Makhluk Hidup dan Benda (Ringkasan Materi IPA SMP)

Pengantar

Pada bagian Gerak pada Makhluk Hidup peserta didik mempelajari gerak pada tumbuhan dan gerak pada hewan. Pada bagian Gerak pada Benda peserta didik mempelajari gerak lurus beraturan, gaya, dan hukum Newton tentang gerak, serta pada gerak hewan dan manusia yang dijelaskan dengan hukum Newton.

Ringkasan Materi

Gerak tumbuhan berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi gerak endonom, gerak higroskopis, dan gerak esionom.

Gerak endonom (gerak spontan) adalah gerak tumbuhan yang tidak memerlukan rangsang dari luar atau tidak diketahui penyebabnya.  Rangsangan pada gerak endonom diduga berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.

Gerak higroskopis adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata. Contoh: pecahnya kulit buah lamtoro, kulit buah turi, dan kulit buah kapuk saat buah masak fisiologis.  Contoh lainnya adalah membukanya gigi peristom pada sporangium lumut dan sel anulus pada sporangium tumbuhan paku.

Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari lingkungan sekitar.

Gerak esionom dibagi menjadi gerak tropisme (yang terdiri dari gerak geotropisme, hidrotropisme, tigmotropisme, fototropisme, dan gerak kemotropisme), gerak taksis (yang terdiri dari gerak kemotaksis dan fototaksis), dan gerak nasti (yang terdiri dari gerak niktinasti, fotonasti, seismonasti, termonasti, dan nasti kompleks.  Lihat gambar di bawah.

Hewan melakukan gerakan khas sesuai dengan habitat serta adaptasi fisiologi dan morfologinya.

Benda dan makhluk hidup yang bergerak mengikuti hukum Newton tentang gerak.

Ilustrasi gerak pada tumbuhan.

Ilustrasi gerak pada benda (Hukum Newton):

  1. Hukum I Newton membahas tentang kecenderungan benda untuk mempertahankan keadaan gerak atau diamnya (inersia) atau S F = 0
  2. Hukum II Newton menjelaskan tentang percepatan gerak sebuah benda berbanding lurus dengan gaya yang diberikan, namun berbanding terbalik dengan massanya atau a = (SF / m)
  3. Hukum III Newton menjelaskan tentang gaya aksi reaksi pada dua benda. Ketika benda pertama mengerjakan gaya (F aksi) ke benda kedua, maka benda kedua tersebut akan memberikan gaya (F reaksi) yang sama besar ke benda pertama namun berlawanan arah atau F aksi = – F reaksi.

SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star